Surat Terbuka MUKI kepada Presiden RI Joko Widodo

Jakarta, terangindonesia.id – Pemberhentian mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tak selesai begitu saja, bahkan menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat . Usai dipecat permanen, dukungan terhadap Terawan muncul lewat berbagai petisi daring yang berjudul “Save dr. Terawan”. Tak hanya itu, banyak politisi pasang badan membela Terawan. Menurut mereka, pemecatan dokter tantara tersebut tidak sah.

Hal yang sama dilakukan juga oleh Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dengan ketua umumnya Djasarmen Purba. MUKI menulis Surat Terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia:

SURAT TERBUKA


Kepada Yth :

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Bapak Ir. JOKO WIDODO


Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat,

DPP MUKI mengajukan Surat Terbuka kepada Bapak Presiden Republik Indonesia secara khusus menyoroti tentang keputusan pemecatan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) yang menjadi trending topik di media sosial, media cetak maupun elektronik sehingga phenomena ketidakadilan muncul di tengahtengah masyarakat.

Kami memandang bahwa pemecatan dari keanggotaan IDI serta rekomendasi tidak diizinkan buka praktek dokter seumur hidup sesungguhnya melanggar Hak Azasi Manusia serta Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 seperti yang akan kami uraikan di dalam surat ini.

Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat,
Menurut hemat kami, apa yang dilakukan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) dalam menemukan metoda DSA dan Vaksin Nusantara adalah bagian dari menjalankan haknya sebagai warganegara.

Seperti dinyatakan dalam Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 28C (1) :
Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya, dan demi kesejahteraan umat
manusia.

Metoda pengobatan DSA telah dinikmati hasilnya oleh puluhan ribu warga masyarakat Indonesia dan juga telah ikut serta dalam pengembangan ilmu kedokteran serta kesejahteraan umat manusia. Dan semua ini adalah merupakan gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Pemerintah seharusnya membantu kegiatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K), karena penemuannya itu adalah bentuk dukungannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam upaya mewujudkan citacita kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, antara lain menjalankan fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa. seperti yang dinyatakan dalam Undangundang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Seyogianya vonis IDI tersebut masuk kategori RAHASIA namun dibuka untuk umum. PB IDI telah mempertontonkan ketidakadilan dengan membuat keputusan sepihak tanpa ada jawaban atau pertimbangan dari dr.Terawan.

Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat,
Dengan segala kerendahan hati, kami mohon Bapak turun tangan menuntas
kan pemecatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) ini dengan harapan :
1.
Mengembalikan hak Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) serta izin penelitian ilmu kedokteran (Hak Mengembangkan Diri, sesuai Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945).
2.
Kepada para peneliti bangsa Indonesia qq Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) agar diberi kekhususan dalam proses penelitian nya untuk mewujudkan hasil produk dalam negeri.
3.
Pemerintah sewajarnya memberi penghargaan kepada putra/i terbaik bangsa seperti Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) yang berhasil dalam penemuan DSA bidang Kedokteran.

Demikian kami sampaikan Surat Terbuka ini dan doa kami semoga Bapak Presiden Joko Widodo diberkati kesehatan nya dalam memimpin bangsa Indonesia.


Sekian dan Terimakasih.

Jakarta, 28 Maret 2022.

Hormat kami,

 

Ditandatanbgani oleh :

Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia

Djasarmen Purba S.H. (Ketua Umum)     Caesario Colondam (Sekretaris Jenderal)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.