Presiden Taiwan Tsai Ing-wen Terusik Krisis Ukraina Pengaruhi Pergerakan China

Taipei, terangindonesia.id – Taiwan harus meningkatkan pengawasan dan kewaspadaannya terhadap kegiatan militer di kawasan dan mengatasi misinformasi asing. Hal itu diungkapkan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dalam pertemuan membahas tentang Ukraina dan kewaspadaan terhadap pergerakan China di sekitar pulau. “Semua unit keamanan dan militer harus meningkatkan pengawasan dan peringatan dini tentang perkembangan militer di sekitar Selat Taiwan,” ujar Tsai seperti yang dikutip laman Channel News Asia, Rabu (23/2/2022).

Taiwan khawatir bahwa krisis Ukraina membuat China mengambil kesempatan menyerang Taiwan saat Barat sedang sibuk dengan Rusia-Ukraina. Menurutnya, Taiwan dan Ukraina pada dasarnya berbeda dalam hal geostrategi, geografi, dan rantai pasokan internasional. (Republika, 24/03)

Banyak pengamat mengulas dan membandingkan situasi di Ukraina dengan Taiwan dan menilai bahwa “Ukraina hari ini adalah Taiwan Besok”. tentu saja komentar semacam itu mengusik Taiwan. Juru bicara Kabinet Taiwan Lo Ping-Cheng sempat merilis dalam sebuah pernyataan resmi bahwa untuk segala bidang, keduanya tidak dapat disandingkan.

“Mereka yang berasumsi seperti itu mencoba menghubungkan situasi Ukraina dengan Taiwan secara tidak tepat,” sambungnya, seperti dimuat laman Russia Today. Lo menyebut individu semacam itu berusaha menggunakan kesempatan untuk memanipulasi topik Ukraina ke Taiwan, demi mengganggu moral masyarakat. Dia menggarisbawahi, bahwa pihaknya memerangikekuatan eksternal yang menggunakan konflik Ukraina-Rusia untuk melakukan perang kognitif melawan Taiwan.

Meski Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan, “Tetapi dalam menghadapi pasukan asing yang berniat untuk memanipulasi situasi di Ukraina dan mempengaruhi moral masyarakat Taiwan, semua unit pemerintah harus memperkuat pencegahan perang kognitif yang diluncurkan oleh pasukan asing dan kolaborator lokal,” kata Tsai.

Pernyataan Tsai memang tidak menyebut China secara gamblang. Namun seperti diketahui China adalah ancaman militer paling signifikan yang dihadapi Taiwan. Klaim China yang menyebut  Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah meningkatkan aktivitas militer di dekat pulau yang memiliki pemerintahan sendiri selama dua tahun terakhir. Meski demikian, Taiwan bleum melaporkan adanya manuver pasukan China dalam beberapa hari terakhir walau i ketegangan di Ukraina sedang meningkat. [Istimewa]

Leave a Reply

Your email address will not be published.