Pesawat ‘Doomsday’ AS Mengudara Setelah Ancaman Putin

Nebraska, terangindonesia.id – Sebuah pesawat Amerika Serikat yang dirancang untuk bertahan dari konflik nuklir melakukan lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara AS di dekat Lincoln, Nebraska dan bermanuver dalam suatu latihan militer  selama 4 jam pada Senin kemarin di tengah meningkatnya retorika dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Pesawat jenis Boeing 747 ini memiliki tanda panggilan “GORDO15” dan dikenal dalam bahasa sehari-hari sebagai “pesawat kiamat.”

“Doomsday” adalah bagian dari armada pesawat Boeing 747 yang telah dipertahankan militer AS selama sekitar 50 tahun. The Western Journal melaporkan, armada tersebut dikenal sebagai “Nightwatch,” dan diciptakan “dengan tujuan khusus menyediakan pangkalan udara bagi menteri pertahanan AS dan personel militer senior untuk melakukan operasi selama perang nuklir.”

Setidaknya salah satu pesawat disiagakan untuk tetap di udara selama beberapa hari dan dirancang untuk menahan dampak elektromagnetik dari ledakan nuklir.

Menurut Associated Press, Putin mengatakan kepada pejabat tinggi pertahanan Rusia untuk menempatkan pasukan nuklir dalam “skuad khusus tugas tempur” pada hari Minggu. Tidak jelas apakah arahan ini akan mengubah kondisi kekuatan nuklir Rusia secara signifikan, tetapi itu menandakan reaksi yang kuat dari Putin terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson seolah meremehkan dan mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dari lambatnya pergerakan invasi Rusia ke Ukraina.Tercatat pula bahwa Presiden AS Joe Biden juga tampak tidak terpengaruh oleh ancaman konflik nuklir.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki berusaha untuk memadamkan kekhawatiran adanya serangan nuklir  dan mendesak Amerika untuk tidak terlibat dengan retorika Putin, tulis New York Post melaporkan. “Kami pikir retorika provokatif seperti ini mengenai senjata nuklir berbahaya, menambah risiko salah perhitungan, harus dihindari, dan kami tidak akan menurutinya,” kata Psaki. “Kami menilai arahan Presiden Putin dan saat ini tidak melihat alasan yang cukup kuat untuk mengubah tingkat kewaspadaan kami sendiri.” [dari berbagai sumber]

Leave a Reply

Your email address will not be published.