Pendeta Hao Zhiwei Dihukum 8 Tahun Penjara Karena Beritakan Injil

Tiongkok, terangindonesia.id – Setelah sebelumnya disekap dalam tahanan polisi selama dua setengah tahun, awal bulan ini, Pengadilan Distrik Echeng di Ezhou di provinsi Hubei menghukum Pendeta Hao Zhiwei, yang memimpin sebuah gereja rumah di Ezhou dengan vonis 8 tahun penjara.

Hao Zhiwei, 51, ditangkap pada 2019 setelah dia menolak untuk bergabung dengan Gereja Tiga-Diri, demikian UCA News melaporkan. Pengacaranya, Si Weijiang, mengatakan bahwa dia didakwa karena memberitakan Injil dan menerima sumbangan dari anggota gereja di luar izin dari Gerakan Tiga-Self Patriotic dari  Gereja-Gereja Protestan dan lembaga Dewan Gereja setempat.

Menurut The Christian Post, Si Weijiang mencatat bahwa sementara beberapa pendeta gereja rumah telah ditangkap dengan tuduhan penipuan, Hao adalah orang pertama di negara itu yang terlibat dalam kasus penipuan.

Menurut komunitas pemantau gereja, Church in Chains, gedung gereja Hao dihancurkan pada 2019 di tengah ramainya persekusi yang sedang berlangsung.Tindakan persekusi disebutkan menggunakan pemindahan salib, penyegelan dan penghancuran gedung-gedung gereja, pelarangan persembahan gereja dan “Sinicization” untuk mencoba memaksa gereja-gereja bergabung dengan Gerakan Tiga-Self Patriotic. Sinicization adalah praktik memasukkan budaya, agama, dan ideologi politik Tiongkok ke dalam agama Kristen.

“Tuduhan lain termasuk operasi bisnis ilegal, menghasut subversi kekuasaan negara, menimbulkan pertengkaran dan memprovokasi masalah, dan seterusnya. Tuduhan ini adalah duri di kepala pengkhotbah yang setia dan mahkota Tuhan bagi hamba-hamba-Nya yang setia, ” tambah kelompok itu.

Hao meninggalkan dua putranya. Suaminya meninggal beberapa tahun lalu. Menurut kelompok pengawas International Christian Concern (ICC), putra bungsu Hao, Moses, bersekolah di sekolah menengah dan menderita depresi.

Kelompok itu juga mencatat bahwa kesehatan Hao memburuk di penjara, dan dia telah kehilangan banyak berat badan. “Setelah ditahan selama lebih dari dua tahun, dia menderita pankreatitis akut sebanyak empat kali dan dikirim ke ruang gawat darurat. Dia hampir kehilangan nyawanya,” kata ICC. Meskipun dipenjara karena memberitakan Injil, Hao memiliki “keyakinan kuat bahwa dia dapat dibebaskan tanpa tuduhan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.