NATO Meyakini Belarus Siap Perang Bela Rusia Serang Ukraina

Brussel, terangindonesia.id – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat meyakini Belarus siap ikut perang mendukung Rusia untuk menyerang Ukraina. Salah satu pejabat militer NATO mengatakan, “(Presiden Rusia Vladimir) Putin membutuhkan dukungan. Apa pun yang akan membantu,” hal ini semakin terlihat kemungkinan keterlibatan Belarus sebagai sekutu Rusia yang tergabung di Organisasi Pakta Pertahanan pimpinan Kremlin terlibat dalam¬† konflik senjata dengan Ukraina.

Belarus adalah negara di Eropa Timur, terkecil dari tiga negara Eropa Slavia yang termasuk dalam Uni Soviet, dua yang lebih besar adalah Rusia dan Ukraina yang kini sedang terlibat perang akibat invasi militer Rusia ke Ukraina. Sejak kemerdekaannya pada 25 Agustus 1991, Belarus telah mempertahankan hubungan dekat dengan tetangganya yang paling dominan, Rusia. Tak heran bila Belarus diperkirakan akan membela Rusia dalam konflik ini.

Pasukan tempur Belarus, dengan ribuan pasukan, tengah siap-siap meluncur ke Ukraina dalam sepekan ini, meski diakui belum ada alasan bagi Belarus turut menyerang Ukraina.

Hal senada diucapakan seorang pejabat senior pertahanan AS, Pentagon belum melihat indikasi tersebut. Tetapi,
“Ini bukan menjadi Presiden Belarus Alexander Lukashenko.” Pejabat tersebut tak merinci bagaimana Belarus turut intervensi dalam perang, tetapi masuk akal bagi Rusia mencoba dan memangkas bantuan militer NATO yang kemungkinan masuk ke Ukraina dari perbatasan Baratnya.

Rusia telah melancarkan sebagian serangan ke Ukraina melalui Belarus. Jelang invasi, ribuan tentara Moskow juga berkumpul di perbatasan negara ini, yang diklaim tengah melakukan latihan. Belarus disebut akan segera mengubah aturan konstitusinya untuk memungkinkan negara itu menjadi tuan rumah bagi pasukan Rusia dan senjata nuklir secara permanen, Namun, hingga kini pejabat AS belum melihat bukti Rusia memindahkan atau mempersiapkan senjata nuklirnya di Belarus.

Dalam pertemuan puncak Kamis (24/3), seperti dikutip Reuters, para pemimpin negara-negara NATO sepakat untuk memperkuat pasukan di sisi Timur aliansi itu, dengan pengerahan empat kelompok pertempuran baru di Bulgaria, Hongaria, Rumania, dan Slovakia. “Saya berharap, para pemimpin akan setuju untuk memperkuat postur NATO di semua domain, dengan peningkatan besar di bagian Timur aliansi di darat, di udara, dan di laut,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menjelang KTT di Brussel tentang invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut Stoltenberg, krisis Ukraina telah menunjukkan, NATO harus mengatur ulang pencegahan dan postur pertahanannya untuk jangka panjang. Saat ini, NATO menggelar latihan militer yang melibatkan 30.000 personel dari 27 negara, termasuk 3.000 marinir AS, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.