Museum Alkitab Akan Membuka Pameran Memperingati Watchman Nee

Washington, terangindonesia.id – Museum of the Bible di Washington D.C. menghormati kehidupan pemimpin gereja China yang berpengaruh Watchman Nee dalam sebuah pameran yang akan datang sebagai bagian dari peringatan 50 tahun kematiannya.

Menurut CBN News, pameran ini akan mengeksplorasi kehidupan dan kemartiran Nee sebagai bagian dari pameran “Kisah Pribadi” pada 6 Maret. Nee paling dikenal sebagai pendiri gerakan “Gereja Lokal” di China, yang dianggap sebagai yang pertama gerakan gereja Kristen asli di negara komunis. Pertemuan tersebut terus berjalan hingga hari ini dan merupakan gerakan Kristen pribumi terbesar di China, dengan perkiraan 2 juta orang yang telah dipengaruhi oleh Nee.

Selain itu, sekitar 3.000 gereja di luar China mengikuti ajarannya hari ini. Nee Shu-tsu, yang dalam bahasa Inggris berarti Henry Nee, lahir pada tanggal 4 November 1903, dari orang tua Kristen generasi kedua di Foochow, Cina. Kakek dari pihak ayah melayani sebagai pendeta di provinsi Fukien utara. Terlepas dari pendidikan Kristennya, Nee tidak memeluk agama Kristen sampai dia berusia 17 tahun. “Sejak malam saya diselamatkan, saya mulai menjalani kehidupan baru, karena kehidupan Tuhan yang kekal telah masuk ke dalam diri saya,” mendiang pemimpin gereja itu bersaksi.

Setelah pertobatannya, Nee mengubah namanya menjadi “Ni Tuo-Sheng,” yang berarti suara mainan penjaga. Watchman kemudian memimpin pelayanan dari tahun 1922 dan 1950 ketika dia mengajarkan Alkitab, memberitakan Injil, dan menghasilkan publikasi. Karya-karyanya telah dikompilasi menjadi 62 volume berjudul, The Collected Works of Watchman Nee. Pada tahun 1952, Partai Komunis China menangkap Nee dan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara setelah mencapnya sebagai “reaksioner.”

Dia tetap di penjara sampai kematiannya pada 30 Mei 1972. “Selama 20 tahun, Watchman Nee ditahan di tiga lokasi berbeda,” jelas Dr. Jeffrey Kloha, kepala kurator Museum Alkitab. “Pameran ini mencakup presentasi biografi tentang kehidupan Watchman Nee yang luar biasa – termasuk artefak yang belum pernah dilihat sebelumnya – dan berbagi kisah tentang bagaimana dia menggunakan Alkitab untuk memengaruhi orang-orang di seluruh dunia.” Nee juga diakui oleh Kongres AS pada 30 Juli 2009, atas kontribusinya terhadap Kekristenan di Cina. Pengunjung pameran Nee di Museum of the Bible akan diberikan salinan karyanya yang paling terkenal, The Normal Christian Life, yang menampilkan prinsip-prinsip kehidupan dari kitab Roma. Pameran dibuka pada 6 Maret dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2023. [ChristianHeadlines]

Leave a Reply

Your email address will not be published.