Lokasi Monumen Kasih Serui Digugat Ke Pengadilan Negeri

Serui, terangindonesia.id – Pemilik Ulayat tempat berdirinya patung Tuhan Yesus yang kerab disebut Monumen Kasih (Mokas) di Kampung Serui laut, Digugat ke Pengadilan Negeri Serui oleh Alfret Yohanes Izak Bonai.

Gugatan perdata tersebut tertuang dalam nomor perkara: 1/Pdt.G/2022/PN Sru melalui kuasa hukum Ruben D.L Arebo ,SH. Dengan tergugat Pemerintah RI Cq Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen Cq Bupati Kepulauan Yapen.

Adapun hak Ulayat yang disengketakan menurut pihak penggugat adalah Ahli waris dan Tanah adat dengan luas 6.000 M2.

Sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Serui ,Senin (14/2/2022) pihak penggugat didampingi kuasa hukumnya menghadiri sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Rony Bahari,SH turut dihadiri pihak pemerintah kabupaten kepulauan Yapen melalui biro Hukum.

Dalam proses sidang majelis hakim terlebih dahulu memeriksa kehadiran dari pihak penggugat dan tergugat selanjutnya dilakukan upaya mediasi sebagai langkah awal penyelesaian perkara perdata sesuai Peraturan Mahkamah Agung nomor: 1 tahun 2016.

“Kami majelis hakim pemeriksa perkara wajib menempuh atau melakukan proses upaya mediasi terlebih dahulu sebelum memeriksa pokok perkara,” ucap Rony Bahari selaku juru bicara PN Serui.

Ia menyebutkan akibat tidak adanya mediator dari kedua bela pihak akhirnya majelis hakim menunjuk mediator dari hakim yang terdaftar di Pengadilan Negeri Serui yakni Sigit Hartono,SH.

“Tadi sudah dilaksanakan mediasi pertama yang menceritakan pokok persoalannya antara penggugat dan tergugat kemudian untuk agenda berikutnya penyerahan resume perkara, tujuannya mediasi ini untuk mencapai kesepakatan perdamaian antara pihak agar didapat win-win solution,” ungkap Rony.

Lanjut, Kata Rony apabila dalam mediasi tersebut tidak ditemukan kata damai atau gagal maka mediator wajib melaporkan hasil mediasi kepada majelis hakim pemeriksa perkara untuk dilanjutkan proses pemeriksaan perkara, Namun ketika mediasi itu berhasil ada kesepakatan perdamaian bisa dikuatkan dengan akta perdamaian oleh majelis hakim dan para pihak dapat mencabut perkara tersebut.

Sementara itu Kuasa hukum penggugat, Ruben Arebo menyampaikan terkait sengketa perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri Serui karena belum adanya kesepakatan surat pelepasan dari pemilik hak Ulayat kepada pihak pemerintah.

“Pemerintah sudah melangkahi itu, Sudah membangun monumen kasih tanpa seizin pemilik hak Ulayat,” katanya.

Arebo menegaskan apabila proses mediasi ini nantinya gagal, maka pihaknya akan menuntut proses lanjut hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Tentu ada pihak yang dirugikan dan tidak dihargai yang mereka dirugikan atas pengrusakan areal yang secara alami maupun adat telah dirusak oleh pemerintah sendiri, dengan demikian ada konsekuensi hukumnya berupa ganti rugi yang layak,” tandas Arebo. [BeritaPapua]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.