KSAD Dudung Abdurahman Kunjungi PGI, Ingatkan Bahaya Perpecahan Bangsa

Jakarta, terangindonesia.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja ke Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di GRHA Oikoumene, Salemba, Jakarta, Selasa (31/5). Kedatangan dudung disambut hangat Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom, M.Th. Bagi Gomar, kedatangan Dudung merupakan sebuah kehormatan berharga yang dirasakan pihaknya.

Kedatangan mantan Pangkostrad ini pun disambut langsung Sekretaris Umum PGI, Pendeta Jacky Manuputty yang kemudian memperkenalkan Ketua Umum PGI Pusat Pendeta Gomar Gultom beserta para pengurusnya. Dalam pertemuan itu, Pendeta Gomar Gultom mendukung adanya tentara yang kuat, tangguh dan profesional karena ini dibutuhkan bangsa untuk mempertahankan Pancasila dari berbagai bentuk rongrongan yang ingin menggeser Pancasila.
“Selamat datang kepada Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Bapak Jenderal Dudung Abdurachman, bersama pimpinan TNI AD lainnya. Kami menyambut Bapak dengan apresiasi yang tinggi atas kunjungannya ke GRHA Oikoumene. Ini suatu kehormatan bagi kami,” sambut Gomar.

Gomar dalam penjelasannya memaparkan, Dudung mengangkat sejarah perjuangan sejak Budi Utomo hingga kemerdekaan, kuatnya kesatuan dan nasionalisme. “Juga mengangkat nasionalisme kita yang bangkit ketika berhadapan dengan dunia luar seperti dalam sepakbola, kesebelasan kita melawan kesebelasan negara lain. Demikian kekuatan dan kesatuan kita mempertahankan sipadan dan ligitan. Kesatuan dan nasionalisme itu dibutuhkan kini dalam melawan musuh dalam negeri. Kita tidak boleh lengah.”

Lanjut Gomar, Beliau juga mengatakan keprihatinan akan kondisi ekonomi para prajurit di lapangan. Menurutnya pada umumnya bintara kita berasal dari eknomi lemah, dan mereka menjadi tumpuan keluarga mereka, bahkan tumpuan orangtua dan mertua, untuk keluar dari kemiskinan. Tapi kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, beda dengan kita di Jakarta ini. Apalagi mereka ditempatkan jauh dari daerah asal, jauh dari keluarga sehingga harus dua dapur. Untuk itulah saya memerintahkan para Pangdam untuk memutasikan para prajurit ke daerah asal masing-masing”

“Kita semua berharap Jenderal Dudung tidak ragu-ragu menghadapi kelompok-kelompok yang hendak menggeser Pancasila demi terciptanya rasa aman dan damai di seluruh pelosok Tanah Air,” harap Gomar.

Dalam sambutannya, urusan mempertahankan keutuhan NKRI menurut Dudung tidak bisa hanya di pundak tentara, tapi harus bersama seluruh elemen masyarakat. Untuk itulah saya berkunjung ke sini, untuk menjalin kerjasama baik, ungkapnya.

Kegiatan silaturahminya ke PGI Pusat sudah lama direncanakan dan menjadi prioritas untuk bersama-sama menyikapi fenomena yang terjadi sekarang, yaitu adanya berbagai macam ancaman internal yang dapat mengarah kepada perpecahan bangsa, seperti gerakan intoleran dan memunculkan budaya luar yang dianggap paling benar. “Negara-negara Timur Tengah yang merupakan satu daratan bisa porak poranda karena ada yang menginginkan dan membuatnya jadi seperti itu. Negara Indonesia yang berpondasikan kebhinekaan dengan tiang persatuan dan kesatuan, serta beratapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia, diharapkan akan tetap terjaga tidak mengalami nasib yang sama seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah,” ungkap Dudung. [RAN]

Leave a Reply

Your email address will not be published.