Kemenag: Kearifan Lokal Perkuat Moderasi Beragama

Sorong, terangindonesia.id – Kearifan lokal memiliki daya dukung yang signifikan dalam memperkuat moderasi beragama. Dalam praktiknya, peran Pendidikan Agama Islam (PAI) turut memberi dukungan yang kontributif. Dalam kaitan peran penting PAI tersebut, diperlukan instrumentasi pengukuran tingkat keberhasilan implementasi moderasi beragama dalam konteks Pendidikan Agama Islam.

Pesan ini disampaikan Direktur Pendidikan Agama Islam Amrullah saat memberikan sambutan pada Pembinaan Implementasi Moderasi Beragama di Sorong, Kamis (9/6/2022). Hadir, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam se-Indonesia di Sorong, Papua Barat. Giat ini berlangsung tiga hari, 9 – 11 Mei 2022.

Amrullah mengatakan, instrumentasi pengukuran tersebut dapat dilaksanakan pada saat Ujian Sekolah (US) mata pelajaran PAI. “Ujian sekolah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi alternatif objek ukur seberapa jauh nilai-nilai moderasi beragama tercermin pada soal-soal yang dibuat,” tegasnya.

“Kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah yang mengusung nilai-nilai moderasi beragama menjadi bagian yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan pada pengukuran Ujian Sekolah (US) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut,” sambungnya.

Amrullah juga menekankan pentingnya langkah sinkronisasi program dan kegiatan yang harus rutin dilakukan untuk memaksimalkan capaian seluruh target kinerja Direktorat Pendidikan Agama Islam. “Koordinasi pusat dan daerah akan lebih intensif dilakukan untuk memastikan tercapainya program prioritas dan anggaran.  Hal demikian menjadi penting agar keputusan atas persoalan dan hambatan yang muncul dapat segera dibuat dan diwujudkan,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor mengapresiasi atas kegiatan ini. “Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penguatan dan pembinaan moderasi beragama ini. Perlu saya sampaikan bahwa warga Papua Barat memiliki semangat dan nafas yang sama dalam mengembangkan moderasi beragama,” kata Mayor.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa masyarakat Papua Barat telah memiliki tradisi yang kuat dalam mengembangkan dan menjaga toleransi, di antaranya terlihat dari budaya Pegang Tangan (Peta), yakni budaya saling kunjung pada acara keagamaan seperti Ibadah Natal dan Idul Fitri.

Dalam kaitan tersebut, Mayor menambahkan, saat ini Kanwil Agama Papua Barat memiliki tagline Gemar Papeda untuk mempertahankan tradisi Peta. Tagline ini beserta turunan kebijakannya turut menjadikan Papua Barat menjadi provinsi yang memiliki skor tinggi dalam Indeks Toleransi Beragama.

Di akhir pembukaan kegiatan, Kakanwil Kemenag Papua Barat memimpin pelaksanaan tradisi Mansorondak sebagai ungkapan syukur atas kehadiran Direktur PAI di tanah Papua Barat.  Mansorondak dilaksanakan dengan penyerahan Piring Gantung (piring tradisional Papua Barat) kepada Direktur PAI Kemenag. [Kemenag]

Leave a Reply

Your email address will not be published.