Kemenag dan Pemprov Jateng Sinergi Program Bimas Buddha

Semarang, terangindonesia.id –  Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha menjalin sinergi dengan Pemprov Jawa Tengah terkait program prioritas bidang keagamaan dan pendidikan kegamaan.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Plt Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kota Semarang.

Plt. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Nyoman Suriadarma mengatakan dalam pertemuan di kediaman Gubernur Jawah Tengah, Ganjar Pranowo, itu dibahas sejumlah program Ditjen Bimas Budhha.

Pertama terkait rencana pelaksanaan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) XI Tahun 2023 di Candi Borobudur. Kedua, sterilisasi struktur Candi Borobudur saat umat melaksanakan ritual.

Ketiga terkait penambahan kuota penggunaan zona 1 saat pelaksanaan ritual keagamaan Buddha.

Keempat, Nyoman menyampaikan hal terkait pengangkatan guru Pendidikan Agama Buddha di Jawa Tengah.

“Dan kelima yaitu permohonan kesediaan Gubernur dapat menerima delegasi Tokoh Moderasi Agama Buddha Sumatera Selatan sebanyak 60 orang yang akan melaksanakan Uposatha Puja Mandala di Candi Borubudur pada bulan Juli,” kata Nyoman Suriadarma, Jumat (10/6/2022).

Menanggapi rencana pelaksanaan STG tahun 2023 di Candi Borobudur, Pemerintah Provinsi Jateng dikatakan Ganjar Pranowo siap untuk bersinergi dalam kepanitiaan STG.

Gubernur Jateng juga mendukung penambahan kuota saat melaksanakan ritual di zona 1 dari 1.200 orang menjadi 10.000 orang atau lebih disesuaikan dengan space (kapasitas) dalam rangka permintaan sterilisasi struktur Candi Borobudur saat umat Buddha melaksanakan ritual keagamaan.

“Untuk kebutuhan guru Agama Buddha, akan disesuaikan dengan jumlah kuota penerimaan CPNS yang diterima oleh Provinsi Jateng dari pemerintah pusat. Oleh karenanya perlu disiapkan data terkait kebutuhan. Sebagai langkah darurat akan diberdayakan guru yang yang ada seperti guru bantu dan guru honorer guna memenuhi kebutuhan guru PAB,” ujar Ganjar Pranowo.

Gubernur juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengagendakan untuk menerima rombongan Tokoh Moderasi Sumatera Selatan yang akan melaksanakan kunjungan ke Candi Borobudur di bulan Juli.

“Pemprov Jateng sangat mendukung Borubudur menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha Dunia. Dengan optimalisasi pemanfaatan Candi Borobudur menjadi tempat ibadah maka umat Buddha seluruh penjuru dunia akan datang ke Borobudur,” ujar Ganjar.

Optimalisasi ini, lanjut Ganjar, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan banyaknya umat Buddha yang melakukan ibadah di Candi Borobudur.

Kondisi ini akan menggerakkan transaksi ekonomi misalnya hotel, homestay, makan, dan belanja cindera mata, maka diharapkan akan menambah kejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan umat Buddha untuk beribadah juga akan menjadi ekosistem bisnis baru. Misalnya dengan penggunaan pakaian dan properti adat dalam beribadah, semua itu bisa disediakan oleh masyarakat sekitar.

Gubernur menyampaikan, umat Buddha  perlu menyiapkan narasi tentang Candi Borobudur, mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan di candi atau sekitar candi.

Gubernur berharap Ditjen Bimas Buddha dapat menyajikan data terkait agenda penggunaan/peribadatan umat Buddha di Candi Borubudur dan berapa potensi umat Buddha yang bisa hadir baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Ganjar Pranowo didampingi Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jateng  Haerudin dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng Uswatun Hasanah sedangkan Nyoman didampingi Pembimas Buddha Jawa Tengah Karbono, dan Heru Suherman selaku tokoh Pendidikan Agama Buddha. [Kemenag]

Leave a Reply

Your email address will not be published.