Brian Houston Akhirnya Menyatakan Undur dari Hillsong

Australia, terangindonesia.id – Pendiri Gereja Hillsong, Brian Houston, menyatakan mundur pada Minggu (30/1) dari seluruh tanggung jawab pelayanan. Keputusan itu diambilnya untuk mempersiapkan pembelaan yang kuat terhadap tuduhan polisi Australia bahwa ia menutup-nutupi tindakan pelecehan seksual terhadap anak muda pada 1970an.

Dilansir dari CNN, Houston pada bulan Agustus didakwa menyembunyikan pelecehan seksual anak oleh mendiang ayahnya, Frank Houston. Tuduhan ini dibantah keras olehnya.¬†“Tuduhan ini mengejutkan saya. Saya berniat untuk membelanya dengan penuh semangat,” bunyi pernyataan Houston di laman Hillsong.

Menurut pria 67 tahun itu, sebagai akibat dari tuduhan yang membelit ayahnya dan dampak emosional terhadap dirinya, dewan Hillsong merasa ia harus mundur demi kepentingan terbaik gereja.¬†“Jadi, saya telah setuju untuk menyingkir dari semua tanggung jawab pelayanan hingga akhir tahun ini. Saya bermaksud untuk melawan tuduhan itu dan menyambut baik kesempatan untuk meluruskan catatannya,” ungkapnya.

Ia memperkirakan proses pengadilannya akan memakan sebagian besar waktunya pada 2022. Sementara itu, menurut polisi tahun lalu, Houston mengetahui informasi yang berkaitan dengan pelecehan seksual terhadap seorang anak muda pada 1970an, tetapi tak memberi tahu polisi.

Menurut laman Hillsong, Houston mendirikan gereja itu bersama istrinya, Bobbie, di pinggiran barat Sydney pada 1983. Kini, gereja tersebut tersebar di 30 negara dengan kehadiran jemaat mingguan global 150 ribu orang. [CNN/Akurat.co]

Leave a Reply

Your email address will not be published.