Ben Roethlisberger Membeli Rumah Pertanian untuk Pemuridan dan Panti Father-Son

Miami, terangindonesia.id – Benjamin Todd Roethlisberger Sr., sering dijuluki “Big Ben” menghabiskan empat dekade pertama hidupnya menjadi salah satu quarterback terhebat dalam sejarah olahraga soccer sambil berdiri teguh di atas fondasi iman. Selama 40 tahun ke depan, katanya, dia ingin menggunakan keberhasilannya untuk memperluas kerajaan Allah, yang akan mencakup peluncuran panti ayah-anak di dekat rumahnya.

Roethlisberger, yang berusia 40 tahun bulan ini setelah pensiun sebagai quarterback Pittsburgh Steelers, mengatakan kepada podcast Sports Spectrum dan pembawa acara Jason Romano bahwa konsep discipleship (pemuridan) sangat dekat dengan hatinya.

“Kami baru saja membeli sebuah peternakan sekitar satu mil dari rumah saya,” kata QB pemenang Super Bowl tentang panti ayah-anak itu. “Kita akan memiliki jalur pendakian, juga kuda, bisa memancing,  memiliki kebun buah-buahan dan peternakan ayam untuk telur dan lebah untuk madu dan beberapa lagi.”

Tujuannya, katanya, adalah untuk pemulihan hubungan antara ayah dan anak. Masyarakat, kata Roethlisberger, lebih baik ketika anak-anak memiliki sosok ayah dan berada dalam satu naungan keluarga yang utuh untuk menghabiskan waktu bersama di luar rumah.

“Saya tumbuh dengan ayah yang hebat, dan kami menyukai alam terbuka,” katanya. “… Dan saya hanya berpikir bahwa orang perlu kembali ke luar dan memahami keindahan yang Tuhan ciptakan.”

Roethlisberger dibesarkan dalam keluarga Kristen, dan meskipun dia menyebut dirinya orang percaya selama tahun-tahun masa kuliahnya dan termasuk tahun pertamanya di NFL, Ben mengakui imannya tidak kuat. Dia membiarkan ketenarannya menguasai dirinya, katanya, hidup sepertinya “lebih besar dari kehidupan” dan menempatkan keyakinan iman sebagai hal yang tidak terlalu penting.

Namun, imannya tumbuh saat ia menjadi veteran NFL – dan saat ia menjadi seorang ayah. Pertumbuhan dalam imannya itu mencapai tonggak sejarah beberapa tahun yang lalu ketika Ben mendedikasikan kembali hidupnya dan dibaptiskan. Kendati dia telah dibaptis saat masih bayi.

“Saya tidak pernah membuat keputusan untuk dibaptis,” katanya tentang dibaptiskan sebagai bayi. “Dan saya merasa sudah waktunya bagi saya untuk membuat keputusan itu.… Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa saya membuat keputusan, pilihan, karena anak-anak kami telah dibaktikan, tetapi tidak dibaptis.

“Kami merasa bahwa baptisan adalah keputusan yang Anda buat. Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak saya [bahwa] bahkan di usia yang lebih tua, Anda atau siapapun dapat membuat keputusan untuk mengikuti Kristus dan menempatkan Dia sebagai yang pertama dalam kehidupan.”

Menurut Roethlisberger, yang dikenal dengan panggilan Big Ben, mengatakan dia dibaptis hanya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya sekarang hidup untuk Yesus.” Kebangaannya  ini ada pada saya, dan Tuhan menyuruh saya untuk menggunakannya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.