Ade Armando Dianiaya Massa di Tengah Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR

Jakarta, terangindonesia.id – Pegiat media sosial, akademisi dan dosen Universitas Indonesia (UI) Dr. Ade Armando, M.Sc dianiaya massa secara keji di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Ade dikeroyok, dipukuli, ditendang dan diinjak yang diduga lebih dari 10 orang, dan ditelanjangi paksa di depan umum.

Ade Armando, ketua umum Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) dan salah satu pemandu acara CokroTv ini berada di lokasi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesi (BEM SI) selain untuk melakukan dokumentasi PIS, ia juga bermaksud mendukung secara moral gerakan mahasiswa yang menolak wacana presiden 3 periode dan perpanjangan masa jabatan presiden, termasuk penundaan penyelenggaraan pemilu 2024.

Sekjen PIS Nong Darol Mahmada, seperti dilansir Liputan6, menjelaskan kronologi pengeroyokan rekannya di depan gedung DPR. Menurut dia, sekitar pukul 14.00 WIB Ade didampingi dua orang kameramen dan tim penulis, karena memang tujuan PIS adalah membuat konten terkait pergerakan. “Tujuannya untuk membuat konten youtube dan media sosial Gerakan PIS,” kata Nong dalam keterangannya.

Dia menegaskan, pada awalnya tidak ada masalah, bahkan beberapa media massa mewawancarai Ade Armando. Bahkan, sekitar pukul 15.35 WIB tim sudah menyepakati perekaman dan saat itu posisi berada di depan pintu gerbang utama DPR. Saat mundur, Nong menyebut ada sejumlah massa yang memang mengawasi. Bahkan, tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. “Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim,” klaim dia.

Dalam video yang beredar, terekam sejumlah terduga pelaku yang memukul dan menendang Ade Armando. Rekan Ade, Belmondo Scorpio terlihat memeluk dan melindungi, tapi kemudian ia ditarik dan turut dipukuli. Aksi heroik Belmondo Scorpio di tengah amukan massa itu mendapatkan sanjungan dari publik. Beredar pula video Belmondo yang tengah menangis bersimpuh dan berteriak minta tolong kepada aparat di pintu gerbang DPR. Beberapa orang terlihat mencoba melerai agar menyudahi aksi pengeroyokan brutal itu, termasuk pengemudi ojol yang menyelamatkan ponsel Ade yang terjatuh saat dikeroyok.

Ade yang tidak menduga mendapat serangan tiba-tiba, sulit menghindar dari kepungan massa. ia tak berdaya karena memang tidak berimbang, ia lalu dipukul, ditendang, diinjak dan dilucuti. Dan terlihat darah mengucur dari bagian kepala dan wajah saat mendapatkan pertolongan.

Kesigapan aparat yang datang segera menolong dan membawa Ade Armando masuk ke halaman Gedung DPR/MPR. Aksi anarkis dan brutal sekelompok orang juga melukai aparat yang menolong Ade Armando. Setelah berhasil diamankan, Ade langsung dilarikan ke RS Siloam Semanggi untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan.

“Saya langsung nemenin beliau (Ade) ketika dokternya itu menjelaskan. Hasil CT scan tadi malam, itu menunjukkan Bang Ade pendarahan di otak belakangnya, jadi itu memanjang,” kata sahabat Ade Armando, Nong Darol Mahmada, saat ditemui di RS Siloam, Selasa (12/4/2022) dikutip dari Detik.

Rekan Ade Armando lainnya, Eko Kuntadhi, seperti yang dirilis BeritaSatu, menyoroti soal penganiayaan yang dialami oleh dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, saat demonstrasi hari ini. Ditegaskan Eko, dia dan rekan-rekannya yang lain tidak akan pernah berhenti menyuarakan pemikiran mereka, bahkan terhadap ancaman apapun. “Ancaman-ancaman itu sekadar ancaman dan tidak akan pernah membuat kita mundur,” ujar Eko saat konferensi pers secara daring, Senin (11/4/2022).

Eko Kuntadhi menduga, pelaku persekusi Ade Armando memang sengaja mencari kerusuhan, “Mareka menganiaya Ade Armando dengan bengis. Bermaksud mempermalukannya. Sebab mereka bukan demo untuk (menyampaikan) aspirasi. Mereka mau mencari kerusuhan,” ungkapnya. Padahal, menurutnya, Ade Armando sengaja ikut demo karena ia sependapat dengan massa lainnya, yaitu menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. “Setahu saya bang Ade Armando adalah orang yang paling keras menolak ide perpanjangan atau 3 periode. Suaranya disampaikan dengan tegas,” tutupnya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, membenarkan telah mulai mengidentifikasi pelaku pemukulan Ade. Sebelumnya, sempat beredar di media sosial foto empat orang yang diduga sebagai pelaku pemukulan Ade saat demonstrasi tersebut.  Zulpen pun menerangkan telah mengidentifikasi keempat pelaku pemukulan tersebut yakni berinisial DUH, AP, TSBP, dan AL.

Dugaan sementara,  pelaku pengeroyok Ade Armando merupakan penyusup demo mahasiswa BEM SI. Motif dan keterlibatan para pelaku dengan jaringan kelompok lainnya di dalami, tak menutup kemungkinan kejadian tersebut akibat adanya ulah provokasi melihat kehadiran Ade Armando. “Iya jadi bagian dari penyusupan, tapi kami periksa lebih lanjut terkait motif, apa satu kelompok atau satu jaringan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Rabu (13/4/2022). Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Zulpan, salah satu motif pelaku mengeroyok Ade Armando karena kesal atas ucapannya di media sosial.  [RA]

Leave a Reply

Your email address will not be published.